Januari 8, 2026

Peternakan Seminari

USAHA TERNAK SEMINARI

Sebagaimana usaha kebun, usaha ternak sudah lama dikembangkan, bahkan jauh sebelum seminari didirikan, yakni tahun 1922, ketika Br. Gallus v.d. Lith menanganinya. Di tangan para misionaris SVD ini, Mataloko dikenal sebagai daerah penghasil sayur dan ternak. “Peternakan berkembang, sudah ada mentega dan susu, kebun menghasilkan berbagai macam sayur, 2 kali setahun kami panen kentang, juga kami tanam gandum”, tulis P. Ettel, SVD pada tahun 1926 (Sejarah Gereja Katolik Indonesia, 3b, hal. 1180).

1-3-207x300 Peternakan Seminari

Pada tahun-tahun belakangan ini usaha ternak dilakukan oleh para siswa di bawah tanggungjawab Rm. Seli Fe, Pr (usaha ternak babi) dan Rm. Sil Edo, Pr (usaha ternak sapi).

2-1-300x226 Peternakan Seminari

Seorang mahasiswa Politeknik St. Wilhelmus Boawae sedang menjalani praktik lapangan di kandang.

 

 

 

Gubernur NTT memberikan bantuan benih babi.

7-1-300x230 Peternakan Seminari

8-1-300x223 Peternakan Seminari

Capture-3-300x223 Peternakan Seminari

Capturef-300x226 Peternakan Seminari

Capturedfdf-300x225 Peternakan Seminari

6-300x226 Peternakan Seminari

Komisi PSE KWI memberikan bantuan berupa 9 ekor sapi.

9-1-300x225 Peternakan Seminari